Lihatlah, Dialah Suamimu! Wahai para istri,
pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang susuk perkasa yang ada
dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman
seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari-harimu?
Lihatlah dia dalam
tidurnya... Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini
beliau begitu lelah menggunakan tenaganya demi mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan
lengannya dan mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah
tercukupi. Sayu matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata
dalam tidur, karena menahan bendungan hati demi kelangsunagan
masalah hidup. Tapi semua masih tertahan, karena tidak mungkin akan
membiarkan kau dan keluargamu terbiar.
Lihatlah kaki kuat
itu... Dia yang menopang tubuh renta suamimu, yang menjadi penopang
ketika harus menyusuri dunia untuk sebuah kebahagiaanmu, wahai wanita.
Bahkan seperti yang di sabdakan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam,
jikapun memang sesama manusia boleh bersujud, maka di kaki itu, kau
harus meletakkan sujudmu dan memasrahkan tanganmu kepadanya!!!.
Lihatlah urat garis wajahnya... Kulitnya yang legam dan kasar itu
menandakan beratnya perjuangannya. Seakan disana terukir sebuah
perjuangan yang begitu melelahkan namun menenangkan seluruh anggota
keluargamu. Dengan tanpa keluh kesah walaupun sesekali bimbang dalam
melintasi, namun tetap menyediakan pundak yang kuat, dan dada yang
lapang demi kau bersandar. Lihatlah urat wajah lelah itu, yang seakan
semakin rapuh dari hari ke hari namun tetap teguh demi sebuah yang
bernama tanggung jawab.
Lihatlah para isteri yang solehah, dialah suamimu!!
Lihatlah tangannya... Rasakan tangan berkulit kasar itu yang semakin
hari semakin terasa kasar. Tangan itulah yang telah menyelamatkanmu
menuju sebuah kehormatan dan menggandengmu pada sebuah perlindungan.
Tangan inilah yang terkait dengan hati mereka dimana mereka seumur hidup
menghabiskan hari harinya untuk memenuhi kesenanganmu sekeluarga.
Lihatlah mata mereka.....Pandangan teduh itulah yang mendamaikanmu.
Mengajakmu dengan lindungan dalam kekuatan mereka. Berharap kedamaian
menyelimutimu, menghapus sedihmu dan kembali membawa senyum untukmu,
wahai para istri. Pandangan teduh itu yang merobek
kekuatan mereka demi menyintai insan sepertimu. Pandangan teduh
yang juga begitu lelah. Wahai para istri, betapa banyak suami yang tidak
dapat memejamkan mata mereka karena beratnya pikiran dan tanggung jawab
mereka saat ini. Subhanallah, maka bahagiakan dan alihkan sedikit beban
mereka dengan sebuah kesenangan dan kesyukuran karena kehadiranmu.
Bahagiakan mereka dengan meminimalisir keluhanmu atas mereka, dan
menghadirkan senyum hari- hari mereka.
Lihatlah ketulusan hati
mereka... Seorang lelaki yang dengan penuh pengayaman tulus dan
pengabdian penuh, telah menghabiskan sisa umur mereka demi memegang
kendali kapal rumah tanggamu. Mereka tak mengharapkan balas kecuali
kesetiaanmu. Mereka tak mengharapkan puji kecuali kepandaianmu menjaga
anak- anak mereka. Mereka tak mengharapkan apa-apa kecuali dengan
kebahagiaan karena terjaganya bidadari yang ada dirumahnya, yaitu dirimu
sendiri. Dialah pemimpin yang sholeh dan bertanggungjawab itu, dialah
suamimu, wahai para isteri.
Sungguh para wanita, redha suamimu
adalah kunci surga dunia bagi dirimu dan syurga akhirat untuk kau dan
keluargamu. Maka hargailah beliau, lebih dari dirimu sendiri. Maka
dahulukan pertimbangan mereka diatas ego dan kemahuanmu. Maka rendahkan
suaramu, walaupun mungkin dalam amarahnya yang sempat memuncak. Tak
apalah jika mengalahmu bisa menjadi sedikit balasan bagi kelegaan hati
mereka. Allah akan tersenyum kepadamu, Allah akan redha kepadamu,
syurgapun akan merindukanmu atas semua kebesaran hati dan keluasan
jiwamu. Maka jangan kau teruskan kemanjaanmu dengan tetap terus menuntut
tentang apa yang mereka bisa bagikan dengan lebih untuk dirimu, namun
tanyakan kepada batinmu sendiri, sudah sejauh mana kau telah menjadi
berkah dalam kehidupan beliau, suamimu sendiri. Dan...sudahkah hari ini
kau mengucapkan kata terimakasih untuknya, seraya mencium tangannya yang
mulia,,,,♥♥♥

No comments:
Post a Comment