“It’s not easy to be strong when you are weak - It’s not easy to be patient when you are restless - It’s not easy to be happy when you are depressed - But It’s not hard to lift up your hands in supplication to Allah and ask Allah to make it alright...~!! Alhamdulillah...:)

Tuesday, 13 March 2012

^Lihatlah Dia....^

Lihatlah, Dialah Suamimu! Wahai para istri, pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang susuk perkasa yang ada dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari-harimu?

Lihatlah dia dalam tidurnya... Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini beliau begitu lelah menggunakan tenaganya demi mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan lengannya dan mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah tercukupi.  Sayu matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata dalam tidur, karena menahan bendungan hati demi kelangsunagan masalah hidup. Tapi semua masih tertahan, karena tidak mungkin akan membiarkan kau dan keluargamu terbiar.

Lihatlah kaki kuat itu... Dia yang menopang tubuh renta suamimu, yang menjadi penopang ketika harus menyusuri dunia untuk sebuah kebahagiaanmu, wahai wanita. Bahkan seperti yang di sabdakan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, jikapun memang sesama manusia boleh bersujud, maka di kaki itu, kau harus meletakkan sujudmu dan memasrahkan tanganmu kepadanya!!!.

Lihatlah urat garis wajahnya... Kulitnya yang legam dan kasar itu menandakan beratnya perjuangannya. Seakan disana terukir sebuah perjuangan yang begitu melelahkan namun menenangkan seluruh anggota keluargamu. Dengan tanpa keluh kesah walaupun sesekali bimbang dalam melintasi, namun tetap menyediakan pundak yang kuat, dan dada yang lapang demi kau bersandar. Lihatlah urat wajah lelah itu, yang seakan semakin rapuh dari hari ke hari namun tetap teguh demi sebuah yang bernama tanggung jawab.

Lihatlah para isteri yang solehah, dialah suamimu!!

Lihatlah tangannya... Rasakan tangan berkulit kasar itu yang semakin hari semakin terasa kasar. Tangan itulah yang telah menyelamatkanmu menuju sebuah kehormatan dan menggandengmu pada sebuah perlindungan. Tangan inilah yang terkait dengan hati mereka dimana mereka seumur hidup menghabiskan hari harinya untuk memenuhi  kesenanganmu sekeluarga.

Lihatlah mata mereka.....Pandangan teduh itulah yang mendamaikanmu. Mengajakmu dengan lindungan dalam kekuatan mereka. Berharap kedamaian menyelimutimu, menghapus sedihmu dan kembali membawa senyum untukmu, wahai para istri. Pandangan teduh itu yang merobek kekuatan mereka demi  menyintai insan sepertimu. Pandangan teduh yang juga begitu lelah. Wahai para istri, betapa banyak suami yang tidak dapat memejamkan mata mereka karena beratnya pikiran dan tanggung jawab mereka saat ini. Subhanallah, maka bahagiakan dan alihkan sedikit beban mereka dengan sebuah kesenangan dan kesyukuran karena kehadiranmu. Bahagiakan mereka dengan meminimalisir keluhanmu atas mereka, dan menghadirkan senyum hari- hari mereka.

Lihatlah ketulusan hati mereka... Seorang lelaki yang dengan penuh pengayaman tulus dan pengabdian penuh, telah menghabiskan sisa umur mereka demi memegang kendali kapal rumah tanggamu. Mereka tak mengharapkan balas kecuali kesetiaanmu. Mereka tak mengharapkan puji kecuali kepandaianmu menjaga anak- anak mereka. Mereka tak mengharapkan apa-apa kecuali dengan kebahagiaan karena terjaganya bidadari yang ada dirumahnya, yaitu dirimu sendiri. Dialah pemimpin yang sholeh dan bertanggungjawab itu, dialah suamimu, wahai para isteri.

Sungguh para wanita, redha suamimu adalah kunci surga dunia bagi dirimu dan syurga akhirat untuk kau dan keluargamu. Maka hargailah beliau, lebih dari dirimu sendiri. Maka dahulukan pertimbangan mereka diatas ego dan kemahuanmu. Maka rendahkan suaramu, walaupun mungkin dalam amarahnya yang sempat memuncak. Tak apalah jika mengalahmu bisa menjadi sedikit balasan bagi kelegaan hati mereka. Allah akan tersenyum kepadamu, Allah akan redha kepadamu, syurgapun akan merindukanmu atas semua kebesaran hati dan keluasan jiwamu. Maka jangan kau teruskan kemanjaanmu dengan tetap terus menuntut tentang apa yang mereka bisa bagikan dengan lebih untuk dirimu, namun tanyakan kepada batinmu sendiri, sudah sejauh mana kau telah menjadi berkah dalam kehidupan beliau, suamimu sendiri. Dan...sudahkah hari ini kau mengucapkan kata terimakasih untuknya, seraya mencium tangannya yang mulia,,,,♥♥♥

No comments:

Post a Comment